Tahun Baru di Pontianak

Semua orang menantikan detik-detik pergantian tahun, kulihat dari sudut jalan merayakan simbol gaya hidup dari teriakan terompet, teriakan klakson motor dan mobil berparade. Gempita musik mix amarah hampir disetiap sudut kota ibarat kios rokok yang hadir setiap 100 meter berpesta pora memakan darahnya sendiri.

Namun disisi lain di kaum urban mereka semakin merintih melihat, mendengar setiap teriakan kepapaan. Terbayang keinginan untuk dapat sarapan seperti khalayak yang berpesta pora hanya mimpi penghibur diwaktu tidur.

Aku bertanya pada diriku, “Apakah pesta pora ini akan terus berlangsung setiap tahun?”

memang sulit tuk dijawab dan itu bukan untuk dijawab, tetapi semua orang berperan untuk memecahkan permasalahan pesta pora dimulai dari sekarang.

Kucoba tuk membayangkan, apabila pesta pora dialihkan untuk membangun daerahku kota Pontianak tercinta mungkin rintihan kaum urban terluka yang mendengar gegap gempita pesta pora bisa sedikit terobati.

Janji politik untuk pendidikan hanya isapan jempol kaki kiri.

Aku berdoa semoga rintihan mereka (red; Kaum Urban) bisa didengar dan mereka tidak merasa kelaparan akan naungan pendidikan. semoga kepapaan mereka terobati ….

4 Responses to “Tahun Baru di Pontianak”

  1. lama gak nih tak ngeblog? :)

  2. setuju bang, gegap gempita pesta kembang api. buang-buang uang rakyat yang notabene nda sampe ke kaum urban. bagi kita-kita yang nda mikir besok makan dari mana duitnya, menganggap pesta pora sebagai pelepas kejenuhan. Padahal, di sono ada yang kelaparan… ah entahlah bang. Setiap orang kl angga argumen seperti ini pasti jawabannya, “SEMUA SUDAH PADA TEMPATNYA”. Jawaban tanpa penjelasan yang bagi Angga adalah jawaban dari orang yang mikir diri sendiri. Semoga tahun2 berikutnya kita tidak lagi seperti ini. Berharap tahun baru bisa menghirup udara segar bukannye menghirup asap knalpot kendaraan, berharap tahun baru bisa tidur nyenyak bukannya dengerin musik hingar bingar nda tentu rudu dan lain-lain yang positif benar-benar positif bukan positif sekedar positif

  3. Memang terasa memprihatinkan saat masih banyak yg bergelut dengan kemiskinan, kita malah berpesta hanya untuk menyambut tahun baru. Harusnya ada keinginan untuk berbagi dengan kaum papa itu. Siapa yg ingin memulai?
    Btw, yg punya blog kemana nih. Hari gene blognya belum diupdate.

  4. Sore-sore datang berkunjung ke blognya temen-temen yang ada di Kalimantan Barat, tetep solid en hidup ngeblog…

Leave a Reply